Cara Menonaktifkan SEMUA Plugin Melalui CPanel – phpMyAdmin

Sebelumnya telah dibahas menonaktifkan plugin satu persatu melalui CPanel dan File Manager. tapi karena seringkali juga untuk memecahkan masalah (troubleshooting) pada WordPress, banyak yang menyarankan untuk menonaktifkan semua plugin sekaligus dan mengaktifkannya satu-persatu, maka Om memberikan tutorialnya.

Om akan memberikan cara menonaktifkan plugin melalui phpMyAdmin. Sebenarnya ada juga cara menonaktifkan melalui File Manager dengan mengubah nama folder plugins di dalam folder wp-content, misalnya mengganti menjadi plugins-disable. Tetapi nantinya setelah plugin diperbaiki harus mengembalikan rename kembali dengan nama plugins-disable menjadi plugins.

Menonaktifkan Plugin Satu-persatu Melalui CPanel

Cara Menonaktifkan Semua Plugin Melalui phpMyadmin

Login ke CPanel >> phpMyAdmin

nonaktif-semua-plugin-1

Anda akan di arahkan ke halaman phpMyAdmin, klik database WordPress Anda, kemudian klik wp_options.

nonaktif-semua-plugin-1

Seperti yang Anda lihat, bahwa semua tabel dalam database berawalan wp_ sebelum nama tabel. Tabel Anda mungkin bisa berbeda, tergantung ketika pertama kali install WordPress.

Anda akan menemukan baris dari wp_options, kemudian cari pada kolom option_name ‘active_plugins’, biasanya pada option_id: 33, dan berada di halaman ke-2. Lalu klik Ubah / Edit.nonaktif-semua-plugin-3

Pada tampilan berikutnya Anda harus mengubah bidang option_value menjadi a:0:{}, dan klik tombol Kirim yang ada di bawah sebelah kanan untuk menyimpannya.

nonaktif-semua-plugin-4

Itu saja, Anda telah berhasil menonaktifkan semua plugin WordPress melalui phpMyAdmin. Jika penyebab Anda tidak dapat masuk ke halaman area admin, seharusnya Anda dapat masuk sekarang.

Menonaktifkan Plugin Satu-persatu Melalui CPanel

2 pemikiran untuk “Cara Menonaktifkan SEMUA Plugin Melalui CPanel – phpMyAdmin”

    1. Plugin secara umum pengaturannya (setting) seharusnya tidak hilang karena tersimpan di table database yang berbeda, apalagi dengan cara ini tidak ada plugin yang dihapus (delete). Jadi, ketika plugin diaktifkan kembali, pengaturan sebelumnya akan kembali lagi.

      Semoga membantu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *